Tags

,

Assalamualaikum wr wb

Hari Minggu kemarin aku diundang salah satu sahabatku, Oja,  untuk menghadiri resepsi pernikahan abangnya, Bang Kiki. Aaaah waktu cepat sekali bergulir. Baru kemarin rasanya pasukan Bulls merusuh kediaman orangtuanya Oja, bertemu dengan Bang Kiki dan Bang Daniel, pun dengan Yuk Titi (yang saat itu merupakan pacarnya Bang Kiki) jika kebetulan beliau sedang bertandang kerumah. Baru kemarin rasanya Bulls mengadakan bukber di tempat Oja dan persiapan buka dibantu oleh Yuk Titi, karena Orangtua Oja berada di Gelumbang. Baru kemarin rasanya Pebi, Oja, dan Aku mengerjakan makalah KWN bersama di rumah Oja, yang mana waktunya kami manfaatkan juga untuk “ngaskus”, berangan dan membuat impian bersama ketika melihat tempat-tempat indah ciptaan-Nya, bahwa nanti,bertiga dengan pasangan masing-masing, menikmati debur ombak, pasir pantai, desir angin, menikmati malam bersama dengan pasangan yang sudah halal.. Masih kusimpan obrolan kami hari itu, 2 November 2010. Setelah berkhayal ria, kami keluar mencari tempat untuk memprint makalah, dan satu tempat yang terpikirkan oleh Oja, tempat print milik Yuk Titi, “Calon Kakak Ipar” .. aah, tak terasa sudah hampir empat tahun itu semua berlalu. Status “Calon Kakak Ipar” yang disandang sudah resmi berganti menjadi “Kakak Ipar”. Tak terasa pula sudah hampir tiga tahun aku menanggalkan seragam putih-abu ku, berpisah dengan sahabat-sahabatku, melanjutkan fase kehidupan masing-masing. Semua menyebar. Palembang, Jakarta, Lampung, Bandung, Jogja,Bogor, Malang.. Sulit untuk bertemu. Jangankan yang berbeda kota, yang satu kota pun, dan bahkan satu universitas saja, jarang sekali bisa bertemu. Aku pun. Sudah lama sekali aku tak bersua dengan yang lain. Alhamdulillah sekarang Allah beri jalan. Pernikahan itu membawa rizki kan ? dan ternyata rizki itu bukan hanya untuk dua sejoli yang menikah, yang lain pun mendapatkan rizkinya. Dengan adanya pernikahan Bang Kiki ini, kami menjadi saling berkomunikasi, hal sederhana yang sudah lama tak kami lakukan :’) Kami sampai membuat grup khusus di Whatsapp yang tujuannya untuk membahas “persiapan” memenuhi undangan Oja dan keluarga. Setelah panjang lebar berdiskusi, didapatkan salah satu kesepakatan, yaitu hari H kami berkumpul di rumah Novi, yang letaknya tidak begitu jauh dari gedung resepsinya.

Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Sejak pagi, aku sudah disibukkan dengan personal message di WA dari Mutek, membicarakan perihal kepastian berkumpul di rumah Novi, sekaligus beliau bertanya kepadaku pukul berapa aku akan berangkat. Setelah pembicaraan kurasa selesai, kutinggalkan hp yang sedang terhubung dengan charger tersebut, untuk segera membuat sarapan dan bersiap. Jadwal “kondangan” tak dapat menghalangi hobi baruku, memasak! Sejak beberapa waktu yang lalu, aku “ngidam” sup krim jagung. Alhamdulillah akhirnya bisa merasakan juga, meskipun rasanya sedikit error karena saat memasak, aku mengaduknya tidak begitu rata. Tapi tak masalah, namanya juga belajar 🙂 Setelah itu, jadwalku yang seharusnya bersiap agak sedikit terhambat dengan tayangnya acara Dahsyat di layar kaca. Bukaan. Bukan acaranya yang berhasil membuatku memaku di depan TV, namun bintang tamunya yang tak lain tak bukan adalah JKT 48 ! *yak?! Iya, JKT. Dengan segala kerendahan hati kuakui bahwa akhir-akhir ini aku tertarik dengan girlband yang jumlahnya menandingi orang tawuran. Sister Group AKB 48 yang memiliki lagu yang jelas sama, pun dengan coreonya, serta pakaiannya (yang katanya) sudah disesuaikan dengan budaya Indonesia (dan aku kontra untuk yang satu ini). Aku hanya tertarik dengan lagu-lagunya yang riang dan penuh semangat. *ini kenapa hilang fokus?? –“ Namun dengan penuh kesadaran aku beranjak dari dudukku, aku sangat paham mana prioritas mana bukan. Aku segera bersiap, mengenakan dress magenta muda yang kupadankan dengan hip-length blazer hitam. Untuk kerudungnya, kupilih pashmina berwarna magenta yang lebih tua dengan corak garis hitam. Kukenakan serapih mungkin, kupastikan kain tersebut sempurna menutupi dada, begitu juga dengan bagian belakangnya. Sentuhan terakhir, kurapihkan ujung    1389513615609pashmina yang menjutai, kurekatkan ke blazerku dengan menggunakan bros. Oke sip, selesai. Segera aku berpamitan dengan orang tuaku dan menuju ke rumah Novi. Sesampainya disana, sudah ada Mutek dan Desy yang sudah cantik dengan dress biru dan hijaunya masing-masing, sedang Novi tampil manis dengan dress hitam-putihnya. Tak perlu waktu lama, sejurus kemudian Winda dan Pebi tiba, menjemput kami yang telah siap untuk pergi. Kedua gadis ini menggunakan dress hitam yang dipadukan dengan semi blazer turqoise dan dress putih tulang dengan waist-length blazer hitam. Dengan menggunakan kendaraan roda empat milik Winda, kami melakukan penjemputan termin dua, kami menjemput Pdl yang sudah siap dengan atasan berwarna salem dan kain yang serasi warnanya. Setelah itu kami segera meluncur ke TKP. Di dalam mobil, tawaku tak berhenti, guyonan-guyonan layaknya SMA menghiasi perjalanan. Aaah, teman-temanku tak berubah, mereka masih sama seperti dahulu 🙂

Sesampainya disana, kami bertemu dengan Oja. Ia cantik sekali. Perempuan berdarah aceh ini dibalut dengan dress satin berwarna kuning emas dengan tambahan brokat merah di bagian atasnya. Sebagai tamu yang “istimewa” kami dicarikan tempat duduk olehnya. Kami adalah tamu yang terlalu sopan, hingga masalah tempat duduk saja tuan rumah yang harus turun tangan :’)

1389513611505

Walaupun acara yang kami hadiri ini adalah resepsi, bukan akad, atmosfer kesakralannya masih kental terasa. Terlebih ketika pembacaan doa dan kata-kata Mitsaqon Ghaliza diucapkan. Allah,, merinding tubuhku mendengarnya. Mitsaqon Ghaliza, perjanjian yang kukuh, hanya tiga kali disebutkan dalam Al-Quran, antara lain

1. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 7 mengenai Perjanjian Nabi Nuh, Musa, Ibrahim, dan Isa as dengan Allah swt

2. Allah swt mengangkat  Bukit Thur ke atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah pada Allah swt yang dikisahkan dalam Surah An-Nisa ayat 154

3. Dalam An-Nisa ayat 21 tentang hubungan pernikahan

Bergetar rasanya diri ini. Kutarik nafas panjang, kuhembuskan perlahan. Mencoba menstabilkan diri. Tiap bait doa penuh dengan makna, kuamini dalam. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair. Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah Bang, Yuk.. dan juga semoga segera diberikan anak yang soleh dan solehah dari-Nya Aamiin . Dan untuk Oja, selamat menambah kakak ya Ja ! 🙂

1389513605103

Wassalamualaikum wr.wb.

 

Advertisements