Assalamualaikum wr wb

21 tahun sudah terlewati, aah rasanya baru kemarin aku berpindah alam. kalo sudah berkaitan dengan hari ulang tahun, aku memegang satu prinsip, “lebih baik geer satu bulan daripada jadi bodoh seharian” , prinsip yang sudah kupegang teguh dari sejak awal masuk kuliah, entah karena rasa pede yang bertumbuh kian dan amat pesat atau apa, entahlah, aku juga kurang paham . Jadi ceritanya, rasa geer terkait ulang tahun ini sudah ada jauh hari sebelum tanggal 10 november, rasa ini sudah terpatri dari akhir oktober yang lalu, namun semakin menjadi ketika merayakan ulang tahun umi di jurusan dan pas kasih something ke umi.

1. Kemarin saat merayakan ulang tahun umi, ketika beliau mencabut lilin-lilin dari kuenya , bunda bilang ke umi gini,”yaya kan nak ulang tahun, jadi nak disimpennyo lilinnyo”, trus ditanggapi oleh umi,”memang yaya kapan” , bla bla .

2. pas kasih something ke umi, umi nanya “rian mana” , kami jawab enggak tahu , lantas umi nanya lagi,” lah trus rian ngapoin kesini?” , dan dengan pintarnya uwu berbahasa isyarat ke umi , yang sebetulnya sangat aku mengerti apa maksudnya, tapi teteep pasang tampang bego gak ngeh :p

3.Kehebohan di grup, baik itu big project team maupun precious team yang membahas 10 november terpampang dengan nyata. Kian hari kian dibahas tanggalkeramat itu,

10 november pun datang , dr jam 00 malam hingga fajar menyingsing , tidak ada satu pun ucapan yang masuk dari berbagai lini . kecewa? Ya ada lah dikit haha . tapi akhirnya pecah telor juga oleh karina mandasari , dilanjutkan oleh rekan yang lain, layaknya biasa copas ucapan dari orang pertama yang mengucapkan -.- Sekitar jam 8, aku sms umi berniat untuk konsul riset. Sejurus kemudian dibalas dan sedikit membuat shock. Pasalnya aku sms bertanya bisa konsul apa enggak, malah dijawab “waalaikumussalam, selamat milad ya , semoga bla bla bla” dan di akhir sms baru dijawab mengenai konsul risetnya . speechless pake banget :’) Tiba di kampus, anak-anak pada heboh,mana ada kak agent one pula yang mengomandoi lagu happy birthday spesial untuk hari pahlawan, thank you soo kak 🙂 Ashar lewat, maghrib lewat, isya pun lewat , tak ada tanda-tanda surprise, oke mungkin besok-besok pikirku saat itu .

Keesokan harinya , hampir full time di rumah pepy, revisi proposal riset untuk lemlit, dari pagi sudah stand by di kosannya, jam 10 pergi ngampus kuliah plant , jam 12 balik langsung ke kosan lagi , kerja rodi dengan laptop tercinta dan tinjauan pustaka yang ada. Ba’da ashar kami pergi ke kampus untuk menyerahkan proposal lemlit agar bisa dicek oleh umi. Ketika perjalanan ke kampus, ada satu kejanggalan, pepy di telpon eko yang bertanya posisi dimana, lantas pesan sponsor, kalo aku mau balik, bareng aja bilangin. Oke i’ve got that sign. Ada apa ini ? hahah. Jam sudah menunjukkan pukul 16 lewat, di jurusan ternyata kami masih harus mengantri untuk bertemu umi. Tipikal yang tidak bisa diam, membuat aku mondar-mandir kesana-kemari, duduk di sofa tunggu di jurusan, tidak lama beranjak dan keluar, duduk di depan jurusan. Saat itu partner calon imatek dateng, mengajak ngobrol biasa, begitu pun mona, mendekat dan langsung sibuk mengajak ngobrol. Sayangnya mereka tidak detail dan sigap, jadi saat itu posisiku duduk menyerong ke kiri, sehingga pemandangan sekret imatek, mustek, dekanat, dan plaza masih masuk dalam pandangan. Tiba-tiba jeen datang dari arah sekret, membawa tutup kotak kue , iya tutup kotak kue ! sesaat jalan, akhirnya dia sadar, ketawa-ketawa sembari memaki dirinya sendiri yang sudah menggagalkan rencana, balik badan dan langsung memanggil pasukan. Dari jauh nyala lilin dari kue berwana coklat-pink dan lagu selamat ulang tahun dinyanyikan. Mereka mendekat dan menyodorkan kuenya. Sifat hemat pangkal kaya tercermin dari kue yang ada 2 nama sekaligus, “yaya okta”. Well, 23 oktober lalu memang hari ulang tahunnya okta, ya jadi sekalian gitu maksudnya. Kami berdua pun meniup lilin yang tidak seberapa itu, sesi pemotretan baru mau dimulai, aku dipanggil pepy untuk konsul dengan umi , oke failed mau motong kuenya duluan .

Hari demi hari terlewati, tak ada tanda-tanda dpmtk akan memberi surprise, berapa kali mengecek message di hp mama, tidak ada satupun sms yang mencurigakan *gak sopan haha . pasalnya aku belajar dari pengalaman, karena beberapa tahun lalu temenku pernah kerjasama sama mama untuk ngerjain, ya jadi aku tak mau jatuh di sumur yang sama untuk kedua kalinya. Meskipun tindakan ini membuat diri ini sedikit miris LAGI.

Selasa malam, tepat di tanggal 18 november, 8 hari berlalu, bada maghrib aku dipanggil yai , katanya ada teman yang datang. deg. Something will b happen. Jarang-jarang ada teman yang sowan maghrib-maghrib, tidak ada angin tidak ada hujan. Akhirnya aku turun dan melihat nenek sudah rapih dengan jilbabnya, waa ada apa ini ? 😮 sebelum membuka pintu, seperti biasa ,aku mengintip dulu dari balik tirai jendela dekat pintu, no one. Pandangan cuma hitam gelap, tak ada siapa pun. Keanehan lain muncul, nenek mendekat dan memaksa untuk buka pintu, krek, aku keluar dan masih tak ada siapa pun. Aku sudah feeling, ada makhluk-makhluk yang bersembunyi, dan benar saja nyala lilin jingga sangat kontras untuk warna malam yang kelam . Bersembunyi di balik mobil, kak riza, kak choi, kak agung , dan muncul kak rian serta kak adit dari arah luar halaman. Oke mission perfect failed! Akhirnya dengan kerendahan dan kemurahan hati , oknum-oknum yang tidak punya kepacakkan itu dipersilahkan masuk , melanjutkan misi mereka yang gagal itu di dalam rumah .

Well, seiring bertambahnya jumlah umur, begitu banyak hal yang aku syukuri sekarang. Mungkin ambisi, impian, dan citaku masih banyak yang belum tercapai. Masih begitu panjang list dreambook yang belum tercoret. Namun yang kadang terlupa, ada jauh lebih banyak kenikmatan yang sudah didapatkan dari sejak tangisan pecah pertama kali di bumi Allah ini hingga sekarang. Begitu banyak hal yang mungkin tidak kupinta, namun Allah kasih, GRATIS.

“Bukan masalah sukses atau gagalnya kejutan. Bukan seberapa banyak hadiah yang kau dapatkan. Bukan pula seberapa lezat kue yang kau makan. Namun seberapa banyak cinta dan kasih yang tersebar dari orang-orang berharga di hidupmu, tepat di hari spesial bagimu.

Mungkin aku bukan tipikal orang ekspresif yang bisa serta merta mengungkapkan kebahagiaan yang ada di hati. Bukan pula seorang ekstrovert yang bisa menampakkan segala apa yang di rasa. 2 kejutan yang ada hanya aku tanggapi dengan wajah datar dan tawa renyah , seolah mengejek kegagalan yang telah ditorehkan. Maaf dan terima kasih . Maaf karena aku tidak bisa mengekspresikan kebahagiaan yang kurasakan saat itu . Mungkin lewat tulisan yang tidak seberapa ini, kalian bisa tau. Sungguh bersyukur Allah telah mempertemukan aku dengan kalian. Dan sungguh , dari hal yang kalian lakukan, aku malu dan haru , merasa menjadi orang yang sangat spesial di hidup kalian , hingga sebegininya kalian lakukan untuk hari spesialku.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Qs. Ar-Rahmaan(55):13

Sekali lagi terima kasih , maaf jika belum bisa membalas apa pun , semoga Allah yang membalas semua kebaikan dan perhatian kalian. Terima kasih atas jalinan persaudaraan yang sudah terikat hingga sekarang 🙂

Advertisements