Tags

 

Assalamualaikum wr wb

Hola readers ! Saya kembali setelah bertapa sekian bulan :’) Kali ini dalam rangka menebus kesalahan absen lama dari posting, saya bakal sharing ilmu yang saya dapat pekan lalu.

Akhir-akhir ini, saya sedang rajin mengikuti kelas Akber. Pada tau kan ? Itu loh komunitas yang seneng banget bagi-bagi ilmu GRATIS ! Beneran gratis ?? ya sebenarnya gak juga, setidaknya kalian mesti merogoh kantong untuk transportasi ke TKP. Tapi ya cuma itu doang, selebihnya FREE! Dengan topik yang menarik dan kekinian, belum lagi pemateri yang memang memiliki kompetensi di bidang tersebut, duh gak rugi deh!  oke sepertinya saya malah jadi promosi akber disini  haha

Pekan lalu, Akber Palembang mengadakan kelas dengan tema “ Instagenic Food Content” bersama  owner @makanapa.plg , Kak Rangga dan kak Nesia di Gramedia World. Materinya oke punya dan pas sekali untuk saya yang memang lagi on fire terkait food dan food photography.

Materi kelas kali ini terbagi 2, yaitu introduction @makanapa.plg dan how to make a good food’s photograph. Sayangnya saya datang terlambat sehingga ketinggalan sejarah terbentuknya @makanapa.plg, kegiatannya, serta bagaimana mereka menjalankan akun ini. Namun alhamdulillah saya masih dapat ilmu mengenai food photography dari dua pemateri keren ini.

How to make a good food’s photograph

  1. Kuasai Gadget

Gadget apapun yang kita miliki, selama bisa memotret, gunakan! Tidak harus memiliki kamera-kamera canggih nan kekinian untuk menghasilkan foto yang bagus. Semua kembali kepada kita Sang Pemilik Gadget yang sesungguhny hanya dititipi oleh Sang Pemilik Semesta. Jangan lupa untuk mengenali dan memahami seluk beluk gadget yang dimiliki, terutama fitur pada kamera yang tersedia, seperti ISO, Exposure, dan fitur lainnya.

  1. Lighting

Inti dari fotografi ialah cahaya, bagaimana kita bisa bermain dengan cahaya. Lighting dalam fotografi sendiri terbagi menjadi dua jenis, natural lighting dan artificial lighting. Natural lighting ialah cahaya alami sebagai nikmat dari Allah swt, yap matahari! Sedangkan artificial lighting ialah cahaya buatan, bisa dari lampu ruang, light box, flash kamera. Namun sebisa mungkin hindari menggunakan flash karena akan memberikan kesan tidak natural pada foto kita.

Natural lighting lebih dianjurkan dalam memotret, namun dalam hal food photography kita memerlukan peralatan tambahan untuk menjadikan cahaya matahari lebih lembut. Kita bisa menggunakan kertas kalkir dan kertas roti untuk menghalau cahaya matahari yang sifatnya keras.

Dalam memotret, terkadang ada bagian objek yang mendapat sisi gelap. Hal ini bisa kita siasati dengan menggunakan reflektor yang mampu memantulkan cahaya ke objek. Tidak perlu mengeluarkan biaya mahal, kita bisa memanfaatkan alas cake yang biasa dilapisi alumunium foil untuk meratakan cahaya ke objek. Dan jangan lupa memperhatikan posisi lighting terhadap objek. Lighting sebaiknya berada di belakang atau di samping objek. Lighting untuk makanan biasanya digunakan dari arah jam 12 – 3.

 

20160813_145902

contoh artificial lighting

  1. Angle

Angle atau sudut pengambilan objek mengambil peranan penting dalam dunia fotografi. Seringlah berlatih dengan angle. Jangan takut untuk mencoba berbagai angle, karena tiap makanan memiliki angle terbaiknya.  Angle yang paling umum untuk food photography ialah 45 derajat ke atas, front angle, dan juga top angle. Untuk kamera handphone yang paling aman bermain dengan top angle.

  1. Editing

Banyak orang yang menganut paham say no to editing. Padahal sebenarnya editing masih boleh dipergunakan dengan syarat hasil editing tidak lari dari aslinya. Terlebih lagi untuk food photography yang khusus untuk dijual, hindari editing berlebihan karena akan membuat konsumen kecewa jika makanan yang dipotret berbeda dari aslinya.

  1. Be Creative!

Fotografi adalah soal selera. Biasanya semakin tak beraturan tata letak objek, semakin menimbulkan kesan waw ! Cobalah berpikir out of the box dan peka dengan lingkungan sekitar. Ada banyak tempat yang bisa dijadikan background dan benda sebagai properti foto. Sebut saja karung goni yang bisa digunakan sebagai alas makanan, atau serbet dan taplak yang lucu, atau juga talenan kayu yang fungsi utamanya sebagai tempat memotong. Menampakkan sebagian aktivitas, seperti menyendok, mengaduk, ataupun mengangkat makanan juga bisa dicoba untuk menghasilkan foto yang beda dari biasanya.

20160813_154627

Praktik Memotret oleh Kak Rangga dan Kak Nesia

20160813_154704_1

Memang penuh perjuangan guys :’)

Itulah sepotong ilmu yang saya dapatkan dari kelas akber pekan lalu. Pengetahuan saya bertambah dan mata saya lebih terbuka untuk peka dengan lingkungan mulai sekarang 😀 Jangan lelah untuk terus berlatih, tak mengapa jika di awal foto-foto kita masih flat. Semakin tinggi jam terbang, maka akan semakin bernilai foto yang kita hasilkan. Keep up the Practice !

Wassalamualaikum wr wb

Advertisements