Akber Palembang : Instagenic Food Content

Tags

 

Assalamualaikum wr wb

Hola readers ! Saya kembali setelah bertapa sekian bulan :’) Kali ini dalam rangka menebus kesalahan absen lama dari posting, saya bakal sharing ilmu yang saya dapat pekan lalu.

Akhir-akhir ini, saya sedang rajin mengikuti kelas Akber. Pada tau kan ? Itu loh komunitas yang seneng banget bagi-bagi ilmu GRATIS ! Beneran gratis ?? ya sebenarnya gak juga, setidaknya kalian mesti merogoh kantong untuk transportasi ke TKP. Tapi ya cuma itu doang, selebihnya FREE! Dengan topik yang menarik dan kekinian, belum lagi pemateri yang memang memiliki kompetensi di bidang tersebut, duh gak rugi deh!  oke sepertinya saya malah jadi promosi akber disini  haha

Pekan lalu, Akber Palembang mengadakan kelas dengan tema “ Instagenic Food Content” bersama  owner @makanapa.plg , Kak Rangga dan kak Nesia di Gramedia World. Materinya oke punya dan pas sekali untuk saya yang memang lagi on fire terkait food dan food photography.

Materi kelas kali ini terbagi 2, yaitu introduction @makanapa.plg dan how to make a good food’s photograph. Sayangnya saya datang terlambat sehingga ketinggalan sejarah terbentuknya @makanapa.plg, kegiatannya, serta bagaimana mereka menjalankan akun ini. Namun alhamdulillah saya masih dapat ilmu mengenai food photography dari dua pemateri keren ini.

How to make a good food’s photograph

  1. Kuasai Gadget

Gadget apapun yang kita miliki, selama bisa memotret, gunakan! Tidak harus memiliki kamera-kamera canggih nan kekinian untuk menghasilkan foto yang bagus. Semua kembali kepada kita Sang Pemilik Gadget yang sesungguhny hanya dititipi oleh Sang Pemilik Semesta. Jangan lupa untuk mengenali dan memahami seluk beluk gadget yang dimiliki, terutama fitur pada kamera yang tersedia, seperti ISO, Exposure, dan fitur lainnya.

  1. Lighting

Inti dari fotografi ialah cahaya, bagaimana kita bisa bermain dengan cahaya. Lighting dalam fotografi sendiri terbagi menjadi dua jenis, natural lighting dan artificial lighting. Natural lighting ialah cahaya alami sebagai nikmat dari Allah swt, yap matahari! Sedangkan artificial lighting ialah cahaya buatan, bisa dari lampu ruang, light box, flash kamera. Namun sebisa mungkin hindari menggunakan flash karena akan memberikan kesan tidak natural pada foto kita.

Natural lighting lebih dianjurkan dalam memotret, namun dalam hal food photography kita memerlukan peralatan tambahan untuk menjadikan cahaya matahari lebih lembut. Kita bisa menggunakan kertas kalkir dan kertas roti untuk menghalau cahaya matahari yang sifatnya keras.

Dalam memotret, terkadang ada bagian objek yang mendapat sisi gelap. Hal ini bisa kita siasati dengan menggunakan reflektor yang mampu memantulkan cahaya ke objek. Tidak perlu mengeluarkan biaya mahal, kita bisa memanfaatkan alas cake yang biasa dilapisi alumunium foil untuk meratakan cahaya ke objek. Dan jangan lupa memperhatikan posisi lighting terhadap objek. Lighting sebaiknya berada di belakang atau di samping objek. Lighting untuk makanan biasanya digunakan dari arah jam 12 – 3.

 

20160813_145902

contoh artificial lighting

  1. Angle

Angle atau sudut pengambilan objek mengambil peranan penting dalam dunia fotografi. Seringlah berlatih dengan angle. Jangan takut untuk mencoba berbagai angle, karena tiap makanan memiliki angle terbaiknya.  Angle yang paling umum untuk food photography ialah 45 derajat ke atas, front angle, dan juga top angle. Untuk kamera handphone yang paling aman bermain dengan top angle.

  1. Editing

Banyak orang yang menganut paham say no to editing. Padahal sebenarnya editing masih boleh dipergunakan dengan syarat hasil editing tidak lari dari aslinya. Terlebih lagi untuk food photography yang khusus untuk dijual, hindari editing berlebihan karena akan membuat konsumen kecewa jika makanan yang dipotret berbeda dari aslinya.

  1. Be Creative!

Fotografi adalah soal selera. Biasanya semakin tak beraturan tata letak objek, semakin menimbulkan kesan waw ! Cobalah berpikir out of the box dan peka dengan lingkungan sekitar. Ada banyak tempat yang bisa dijadikan background dan benda sebagai properti foto. Sebut saja karung goni yang bisa digunakan sebagai alas makanan, atau serbet dan taplak yang lucu, atau juga talenan kayu yang fungsi utamanya sebagai tempat memotong. Menampakkan sebagian aktivitas, seperti menyendok, mengaduk, ataupun mengangkat makanan juga bisa dicoba untuk menghasilkan foto yang beda dari biasanya.

20160813_154627

Praktik Memotret oleh Kak Rangga dan Kak Nesia

20160813_154704_1

Memang penuh perjuangan guys :’)

Itulah sepotong ilmu yang saya dapatkan dari kelas akber pekan lalu. Pengetahuan saya bertambah dan mata saya lebih terbuka untuk peka dengan lingkungan mulai sekarang 😀 Jangan lelah untuk terus berlatih, tak mengapa jika di awal foto-foto kita masih flat. Semakin tinggi jam terbang, maka akan semakin bernilai foto yang kita hasilkan. Keep up the Practice !

Wassalamualaikum wr wb

Advertisements

Rizki yang (tidak) Akan Tertukar

Assalamualaikum wr wb.

“Mudah bagi Allah untuk mengambil sesuatu, pun untuk memberikannya kembali”

Beberapa hari yang lalu, saya dan rekan-rekan disibukkan dengan urusan pendaftaran wisuda yang notabene ditutup pada hari Jumat jam 3 teng. Bisa dibayangkan kerepotan kami untuk mengurus berkas yang memang tidak terlalu banyak, namun agak rempong, terlebih karena kampus kami yang memiliki 2 region yang terpisah sejauh kurang lebih 32 km, membuat kami semakin riweuh dengan segala bentuk keadministrasian. Jadilah di suatu Kamis siang yang cerah, dimana jadwal saya adalah ke Indralaya untuk menemui seorang dosen, harus dikacau dengan panggilan teman-teman yang berada di kampus Palembang karena ada berkas yang harus diurus disana. Hal itu berarti pagi hari saya mesti ke ranah perjuangan dan siang hari saya harus langsung kembali ke kampus Palembang. Lantas, apa menariknya ? sabar ya gaes, ini belum masuk ke inti cerita. Jadi layaknya pejuang toga lainnya, bolak-balik Palembang-Indralaya-Palembang bukanlah hal yang menyenangkan. Jarak yang bisa memakan waktu tempuh hingga 1 jam hanya akan membuat kita kelelahan, terlebih dengan kondisi fisik yang sedang rapuh karena harus bolak-balik mengurus ini itu ditambah dengan terik matahari yang menyengat.

Sekitar jam setengah 2 lebih saya tiba di kampus Palembang. Selain tas punggung, saya juga membawa tas jinjing yang berisikan laporan tugas akhir setebal ratusan halaman plus map yang berisi berkas-berkas penting. Setelah tiba di jurusan, menghampiri rekan-rekan yang lain untuk menitipkan berkas-berkas Maha Penting itu dengan mereka, lantas izin menunaikan solat dzuhur terlebih dahulu karena saya berangkat dari Indralaya tepat sesaat setelah adzan dzuhur berkumandang (plis jangan dicontoh). Sesampainya di mushola, saya melihat ada beberapa mahasiswi yang sedang mengobrol santai di teras mushola, sedang mushola dalam keadaan kosong, hanya ada seorang bapak yang sedang menunaikan solat. Seperti biasa, sebelum mengambil wudhu saya langsung meletakkan tas di sisi kanan mushola, menyandarkannya ke dinding, melepas kacamata serta menyimpannya ke dalam tas. Hal yang selalu saya lakukan ketika hendak solat baik di mushola kampus Indralaya maupun Palembang. Di sebelah tas saya, teman saya meletakkan tasnya juga. Kami pun langsung ke tempat wudhu yang berada di sebelah luar bagian kanan mushola. Tidak membutuhkan waktu yang panjang untuk kami mengambil wudhu, walaupun sudah sekhusyuk mungkin, paling lama hanya menghabiskan waktu 5 menit.

Setelah itu kami kembali masuk ke dalam mushola. Saya yang terbiasa membawa mukena sendiri dengan alasan lebih nyaman, segera membuka tas untuk mengambilnya. Mukena tersebut saya letakkan dalam tas di bagian yang sama dengan saya menyimpan laptop. Perlahan saya membuka tas dan taraaaaa isi tas saya hanya ada mukena serta casan laptop, sedangkan laptop saya sudah Raib! Iya, laptop saya hilang! Betapa paniknya saya, teman saya pun ikut panik dan langsung mengecek tasnya, pasalnya ia juga membawa laptop, namun alhamdulillah laptopnya masih ada. Tapi laptop saya yang entah kemana, Allahu. Kami saling mengingat dan memastikan bahwa laptop saya seharusnya memang ada di dalam tas karena saya terakhir membuka laptop di dalam perjalanan ke Palembang untuk memindahkan berkas yang harus kami print. Saya sangat yakin laptop saya diambil orang, karena dalam beberapa tahun belakang memang santer berita kehilangan di kawasan kampus. Namun saya teringat bahwa belum solat, akhirnya saya pending sebentar kepanikan saya untuk memenuhi panggilan Rabb yang sudah saya tunda. Di dalam solat ada rasa ketenangan yang berbeda, terlebih saat sujud dalam, di hati saya mencoba untuk memasrahkannya pada Illahi, toh itu barang hanya titipan. Hanya saja, saya meminta kekuatan padaNya, pasalnya saat ini pengeluaran lagi banyak-banyaknya, belum lagi urusan sidang dan kejelasan wisuda yang belum clear, data-data tugas akhir yang paling update belum saya back up, terbayang wajah orang tua saya saat itu. Tidak mungkin saya harus menyusahkan mereka lagi dengan berita kehilangan laptop :’ Intinya pasrah, saya hanya berkata pada Allah, “Ya Allah jika laptop itu masih rezeki saya, bakal balik kan ya, Ya Allah?”. Segera setelah saya menunaikan solat dan berdoa, lantas mengenakan kaos kaki dan meluncur kembali ke jurusan, memuaskan hati untuk mengecek di tas jinjing jikalau ada laptop saya *padahal saya sendiri tau bahwa tidak akan ada di tas jinjing karena saya tidak pernah meletakkan barang berharga di tas lain selain tas inti saya.

Setibanya di jurusan, saya langsung mengambil tas jinjing yang berada di tengah teman-teman saya dan seperti prediksi, hanya ada laporan TA dan map berkas wisuda. Dengan emosi saya membantingnya, terduduk ke lantai dan langsung menangis. Entahlah, pikiran saya memang sedang kalut, masalah satu belum selesai sudah harus ditambah dengan masalah lain. Teman-teman saya bingung dan bertanya ada apa. Masih dengan menangis saya jelaskan kepada mereka. Sontak mereka kaget, sebagian menenangkan, sebagian lagi langsung ke arah mushola untuk ikut mencari. Sekali lagi saya hanya bisa pasrah, memikirkan langkah apa yang selanjutnya saya ambil. Husnudzaan dengan Allah, husnudzaan bahwa tiada beban tanpa pundak. Bukankah Allah sendiri yang sudah berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah (2) :286)

Sekitar 5 menit terlewati dengan tangis air mata, tiba-tiba ada dorongan kuat di hati untuk kembali lagi ke mushola, dorongan yang menggerakkan kaki saya untuk melangkah. Sungguh saya tidak tau mengapa, namun saya ikuti saja dorongan itu. Beberapa teman saya yang terlebih dahulu ke mushola masih ada disana. Saya hanya menatap mereka sekilas lantas masuk ke sisi kiri mushola. Di sana memang ada gantungan mukena serta rak kosong dengan mukena dan sajadah yang belum disusun rapih. Saya kibaskan mukena, ternyata nihil. Lalu target saya selanjutnya ialah sajadah, saya angkat perlahan, dan treeeng tergeletak laptop saya disana T.T Allahu Akbar ! Saya raih dan bergegas keluar menunjukkannya ke yang lain. Mereka terperangah, bertanya dimana saya menemukannya, yang langsung saya jelaskan lengkap dengan spekulasi dadakan saya kenapa laptop tersebut bisa ada disana.

Hingga saat saya menceritakan ini, trauma itu masih ada meski sedikit. Dan tanda tanya itu juga masih ada, kenapa saya bisa kembali lagi ke mushola dan langsung mengarah ke rak kosong tersebut. Jangankan teman-teman saya, pun saya sendiri yang melakukannya juga masih tidak percaya hal ini terjadi. Hanya satu yang saya yakini, ada Campur Tangan Allah di dalamnya 🙂 Entahlah, mungkin Allah ingin membuktikan kebesaranNya, juga membuktikan bahwa rezeki memang tidak akan kemana, bahwa jika tertulis sesuatu itu rezeki kita, mau bagaimanapun juga akan tetap menjadi milik kita. Mungkin juga Allah ingin menguji kepasrahan HambaNya.

Allah selalu selipkan hikmah di tiap kejadian, di tiap skenario yang Ia rancang. Cukup kembalikan semua kepada Allah, bukankah seperti kata seorang Ustadz, Allah dulu Allah lagi, dan Allah terus ?

 

RIZKI

Sekelumit cerita si daun nanas

Assalamualaikum wr wb
Setelah sekian abad menghilang, menyibukkan diri dengan dunia nyata, menyelesaikan segala yang mesti diselesaikan, akhirnya saya kembali untuk berbagi rasa, menyimpan memori dalam tulisan agar bisa selalu dikenang tanpa mesti diulang .

By the way , postingan terakhir dipublish sekitar awal januari, masih musimnya orang-orang duniawi menyusun resolusi untuk satu tahun ke depan dan sekarang sudah awal november yang berarti 10 november kian mendekat. eh salah maksudnya berarti kurang lebih 10 bulan saya tidak produktif di dunia perbloggeran 😦 padahal niat dari dulu kala adalah 1 day 1 posting. Bener-bener jauh api dari panggang hmm .

Masih berkaitan dengan postingan sebelumnya , kemarin saya membahas mengenai 3 mega proyek sebelum memakai toga  dan concernnya ada di riset . Awal januari saya masih in a relationship sama yang namanya daun nanas, autoclave, natrium hidroksida, asam sulfat, dan tentunya ragi roti. Basecamp “terindah” di kampus adalah laboratorium biopros dimana saya memadu kasih dengan berbagai macam alat gelas dan senyawa yang saya tidak tau rasanya apa. Masih setia dengan ngeretokkin umi “tiap harinya” untuk bimbingan, bertanya, memastikan hal-hal kecil agar riset berjalan sempurna (penyakit perfeksionis kambuh). Research sukses insya Allah selalu jadi top folder yang saya buka tiap waktunya untuk membaca beragam buku, jurnal, maupun referensi penelitian sebelumnya (anggap saja pencitraan). Dan setelah segala kerempongan ini saya jalani akhirnya tiba juga dengan kata-kata SELESAI. Iyaaaa alhamdulillah setelah 9 bulan berkutat terhitung dari pembuatan proposal akhirnya saya dan rekan melaksanakan seminar penelitian pada 20 juni kemarin . Iya 20 juni. Sudah lewat 4 bulan dan saya baru mau cerita sekarang hahah –‘ bawaan mager jadi tolong dimaklumi , jangankan untuk posting something, sampai sekarang saja TA saya belum selesai ketika teman-teman lain sudah mau maju sidang sabtu ini #kemudianmelow #nangisdibawahshower #abaikan #tiaporangpunyajalanhidupmasingmasing

Jadi karena kegalauan akan asap yang tak kunjung hilang ditambah pemadaman bergilir menyerang, akhirnya saya putuskan untuk produktif di tengah kegelapan malam tanpa penerangan selain secercah cahaya lilin dan cahaya iman. Prioritas malam ini seharusnya skripsweetan tapi apa daya pihak p** sepertinya tak ridho saya romantisan sama tereftalat , alhasil saya jadi menyelingkuh kesini. Oke saya rasa cukup untuk pendahuluannya yang benar-benar tidak berarti ini.

Jadi beberapa hari kemarin saya kepikiran untuk mengikat kenangan selama riset, kp, dan (mungkin) ta dalam tulisan-tulisan absurd agar bisa jadi bahan nostalgia di waktu mendatang. Here, some unforgettable moments dalam kerasnya dunia penelitian !

Ready to go !

1. Layaknya orang-orang kece dalam penelitian, hal pertama yang saya dan rekan lakukan ialah mengambil bahan baku (read: daun nanas). Fyi , bimbingan umi ada 2 tim, saya dan pepy, serta heru dan gigih. Kami sama-sama membuat bioetanol dari daun nanas namun dengan variabel yang berbeda. Daun nanas yang diambil lumayan banyak sekitar 10 kg yang tentunyaa sangat-sangat berlimpah untuk penelitian kami yang hitungan kasarnya hanya membutuhkan 1.25 kg utk seluruh sampel per tim.

daun nanas 10 kg :')daun nanas 10 kg :’)

Sebelum masuk ke proses inti, kami harus melakukan pretreatment fisik terlebih dahulu untuk daun ini. As we know, daun nanas ukurannya lumayan panjang-panjang, sekitar 70-80 cm sehingga untuk memudahkan pencucian dan pengeringan, kami harus membagi dua daun-daun tersebut. Iya, kami memotong dan mencuci 10 kg daun nanas itu satu per satu baru kemudian bisa dijemur dibawah sinar matahari sampai kering.

tempat yang terbatas Untuk waktu pengeringan, saya mencari tau terlebih dahulu. Naluri alamiah saya yang seorang stalker sejati mempertemukan saya dengan mas jamil , salah satu alumni di univesitas di daerah cilegon yang telah melakukan penelitian daun nanas menjadi pulp. Pengalaman beliau menjemur daun nanas memakan waktu hanya 3 hari sehingga dengan optimisnya saya dan rekan menargetkan waktu mulai running di lab adalah sekitar 1 minggu setelah penjemuran. Namun naas, 1 minggu lewat , baru sebagian kecil dari daun-daun tercinta itu yang kering. Oke sepertinya letak geografis lokasi penjemuran mempengaruhi kecepatan penguapan air yang dikandung oleh daun ini. Belum lagi saat itu musim hujan dan mengharuskan kami siaga level 10 dalam proses penjemuran. Hitungan hari berganti menjadi minggu dan dengan segala peluh proses pengeringan akhirnya membuahkan hasil 1 kg daun nanas kering. Jauh dari harapan karena kami membutuhkan 2,5 kg untuk running.

2015-01-23 06.22.53Kami khilaf tidak mempertimbangkan aspek penyusutan bahan baku yang mencapai hampir 90%. Keadaan ini menuntut kami untuk mengambil bahan baku lagi dan tentunya memotong, mencuci, serta menjemur LAGI. Hidup ini memang perjuangan sob :”)

Setelah melakukan diskusi panjang, akhirnya kami sepakat untuk pergi ke desa sukajadi (lokasi kebun nanas) berempat naik motor. Desa ini terletak di daerah gelumbang, sekitar 1 jam lebih dari kampus tercinta. Berbekal bismillah, saya nekat pergi ke sana tanpa izin orang tua (maaf y ma pa) T.T selama riset saya memang memutuskan untuk jadi anak kosan selama 5 hari tiap minggunya, sehingga kesempatan ini saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk totalitas dalam penelitian, termasuk berkelana mengambil bahan baku. Perjalanan pergi alhamdulillah aman seaman-amannya, namun tidak dengan waktu pulang.  Setelah 3 karung daun nanas berhasil diamankan, sekarang gilirankami yang tidak aman. Kami melupakan satu hal, musim hujan. Saat itu waktu sekitar pukul 4 sore dan hujan masih turun dengan cukup deras.  Kami ditawari untuk bermalam disana, yang tentunya langsung saya tolak. Pasalnya to-do-list untuk malam dan esok hari sudah dibuat, tidak bisa diubah. Belum lagi kebiasaan mama yang biasa menelpon di malam hari untuk memastikan keadaan anaknya baik-baik saja membuat saya semakin keras menolak tawaran tersebut. Tunggu punya tunggu setengah jam kemudian akhirnya kami pulang, lebih tepatnya memaksa pulang. Tantangan pulang cukup berat saat itu karena kami harus menempuh 1 jam perjalanan naik motor dengan beban yang bertambah, hujan yang masih mengguyur, dan tentunya jalan yang licin. Nekat, sangat nekat. Apalagi kami harus menjaga daun nanas dalam keadaan kering. Hal ini membuat rekan tercinta saya, sebut saja pepy, melaju dengan sangat cepat dan dahsyat saat mengendarai motor,  sekitar 70-80 km/jam menurut pengakuan heru dan gigih yang selalu berusaha mengimbangi motor kami. Pepy seakan “lupa” kalau sedang membonceng orang yang memangku 1 karung daun nanas -_____- sekali lagi , hidup ini memang perjuangan sob.

2014-12-09 14.12.04

2. Saya dan pepy berlainan tim dalam KP dan TA. Hal ini mengharuskan kami merencanakan dan mengatur jadwal dengan cerdas agar riset dapat berjalan baik tanpa terjadi tragedi tinggal meninggal pasangan. Jadwal saya KP ada di bulan februari sedangkan pepy di pertengahan januari, yang berarti kami memiliki waktu hingga tengah januari dalam menyelesaikan riset bersama. Namun kembali lagi, manusia berencana Allah yang menentukan.
Di suatu Kamis pagi yang cerah tiba-tiba pepy (sok) misterius ingin membicarakan perihal riset. Beliau baru menerima email dr che***n tempat dia proposed untuk KP yang berisi perubahan jadwal dari pertengahan januari menjadi pertengahan desember. Oke good. Posisi saat itu kami belum mulai running sama sekali. Akhirnya dengan kerendahan hati saya merelakan kepergian rekan tercinta ke riau, tentunya setelah menyelesaikan 10 sampel pertama dengan keterbatasan alat, bahan, dan waktu. Cukup Allah yang tau bagaimana kerennya kami penelitian saat itu, dan kardus bekas yang menjadi saksi perjuangan kami , ceileh.

3. Bukan penelitian namanya jika tanpa kecelakan-kecelakaan “kecil” yang terjadi di dalam maupun di luar laboratorium. Idealnya, sebelum memasuki lab kita harus memahami bagaimana tindakan safety agar praktikum/penelitian dapat berjalan dengan baik. Namun  inilah yang saya abaikan selama penelitian. Dengan dalih kelelahan, tangan dan lidah saya dengan suksesnya sudah mencicipi bagaimana rasanya asam sulfat 26.5% . So nice 🙂 pun riset ini memberikan saya kenang-kenangan di bagian tangan akibat kemachoan jatuh dari motor sebelum dikendarai dan terseret sejauh  kurang lebih 2 meter. You ar so cool yaak B) ! Jadi plis bagi teman-teman maupun adik-adik yang hendak melakukan aktivitas apapun, khususnya dengan bahan berbahaya, pastikan kalian dalam keadaan fit dan sudah memahami bagaimana handling bahan tersebut 😉

Sebenarnya terlalu banyak momen-momen indah dan mengharukan saat penelitian yang tidak akan ada habisnya jika diuraikan. Namun berhubung malam yang kian larut terlebih saya juga sudah lelah mengetik, baiknya disudahkan saja cerita abal2 ini.
Semoga 3 poin di atas yang sudah saya relakan untuk menjadi konsumsi publik dapat bermanfaat untuk diambil ibrohnya. Dan apapun yang kalian lakukan saat ini, seberapa sulit pun itu, jalani saja dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Nikmati prosesnya karena peluh dan tangismu hari ini akan Allah ganti dengan tawa bahagia di kemudian hari , insya Allah.

Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani) yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit (Ali bin Abi Thalib)

Wassalamualaikum wr wb

Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Assalamualaikum

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang..

Seuntai nasehat bijak yang diutarakan oleh imam syafi’i, bermakna indah, dalam, dan sarat akan makna. Jika di negeri kita, sama halnya dengan “berakit-rakit dahulu, berenang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang kemudian”. Ya, Pengorbanan dalam meraih kemenangan. Perjuangan dalam menjemput kesuksesan. Bukankah puncak ada setelah pendakian ?

Setiap hal yang ingin kita capai dalam kehidupan, tidak serta merta bisa datang dengan sendirinya, sim salabim. Tidak ada yang namanya durian runtuh , layaknya pepatah, selalu ada harga yang harus dibayar untuk mencapai suatu kesuksesan. Saya bukan motivator ulung yang mahir memainkan kata, merangkainya untuk memberikan semangat penuh bagi pendengarnya, bukan juga seorang inspirator dengan hal yang dilakukan dapat menjadi inspirasi dan membawa sumbu semangat bagi orang lain. Saya hanyalah seorang penulis amatir, seorang mahasiswi tingkat akhir yang bertahan dan sedang berjuang bertanggung jawab penuh menyelesaikan 4tahunnya, menjemput 2 huruf di belakang nama (yak ini apaaa –“)

Wess udah seriusnya. Saya bukan tipikal orang yang bisa tahan berlama-lama serius, kecuali kalo sudah menyangkut tugas akhir eh. Berjuang. Satu kata yang melekat dalam diri saya untuk beberapa bulan terakhir. Apa pasal ? ya jawabannya cuma satu, bachelor. Saya menempuh studi di jurusan yang mewajibkan mahasiswanya melewati dengan sukses 3 mega proyek sebelum resmi dikeluarkan dengan hormat, dilepas untuk mengabdi ke masyarakat, membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi. Mega proyek itu sebut saja riset, KP, TA ya bisa juga KP, riset, TA atau juga TA, KP, riset, yang manapun disuka, fleksibel . Dan untuk menyelesaikan 3 proyek besar ini, dibutuhkan sebuah mars mahasiswa, totalitas perjuangan. Mungkin sedikit berlebihan, tapi inilah adanya. Orientasi masyarakat akan status MAHAsiswa sudah dalam. MAHA, yang paling. Induknya siswa, di atas siswa. Seseorang dengan gelar MAHAsiswa mengemban amanah lebih untuk membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Mungkin saya tidak akan membahas yang tabu menjadi layak secara detail dan tajam, karena saya bukan silet (?)

Saya beri gambaran kecil dulu bagaimana 3 mega proyek kami ini.

  1. KP = Kerja praktik. Ya sebut saja magang. 3 tahun lebih dipupuk dan dipusingkan dengan teori-teori perpindahan panas, kinetika, termodinamika dan lainnya itu , kali ini kami harus mencicip bagaimana rasanya ilmu yang kami pelajari dipraktikkan secara nyata. Sense of engineering dituntut disini (katanya). Ya intinya, kami jadi anak magang yang masuk jam 8 pulang jam 5, dihadapkan dengan flowsheet dan proses industri dengan segambreng sop yang ada. Diakhir kerja praktik, akan ada presentasi tugas khusus sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak industri dan pendadaran sebagai oleh-oleh ilmu untuk jurusan.
  2. TA = Tugas akhir, skripsweet. Di Teknik kimia, kami diwajibkan untuk membuat pra perancangan pabrik untuk suatu produk. Misalnya, pra perancangan pabrik pembuatan asam sulfat dengan proses kontak kapasitas 300.000 ton/ tahun. Pemilihan senyawanya sendiri membutuhkan banyak pertimbangan, seperti kebutuhan dalam negeri yang tinggi, potensi bahan baku yang melimpah, harga jual yang memadai, atau bisa juga karena prosesnya mudah dan ada arsip eh.
  3. Riset = penelitian. Dari ketiga mega proyek , baru ini yang saya jalani . iya jalani, belum selesaikan :’ Penelitian, sepertinya gak usah dibahas panjang, karena sudah cukup lumrah meski untuk orang awam. Hal yang dilakukan ya cari masalah, bertanya dan menjawab. Kita melakukan sesuatu, dapat hasil, lantas bertanya “Kenapa begini ? kenapa jadinya seperti ini ?” dan pertanyaan-pertanyaan ini harus mampu kamu jawab sendiri (yakk -__-) hahaha sorry, Cuma intermezzo. Penelitian itu hakikatnya ya mencari tahu hal yang baru, atau sudah ada namun divariasikan dan diinovasikan sehingga muncul suatu yang baru dan keluaran dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi ilmu pengetahuan . is it too much ? haha saya emang lagi gak bisa berpikir jernih kalo ada sangkut pautnya dengan penelitian, lieur euyy. Tapi poin intinya seperti itulah kira-kira.

Poin terakhir ini yang menjadi sumber inspirasi saya untuk menulis mengenai perjuangan. Mungkin terlihat lebay kayak kata anak jaman sekarang, namun begitu banyak perubahan yang terjadi ketika saya memulai riset. Pada awalnya, saya pikir riset ini layaknya praktikum, melakukan sesuatu sesuai dengan metodologi yang ada, mendapatkan hasil, analisa, membuat laporan, lantas seminar. Pikiran yang membuat saya dengan mantap mengatakan “Insya Allah akhir desember kelar, umi” dengan dosen pembimbing saya di pertengahan bulan oktober. Ya, saya kira riset ini akan berjalan mulus di jalan tol, tanpa ada hambatan yang berarti. Namun ketika mulai, banyak faktor x yang terjadi. Hasil yang tidak semestinya, bahan kurang dan mahal (eh), letak lab berjauhan, analisa gagal, sampel jamuran, pre treatment bahan baku lama, yang membuat target awal wassalam. Belum lagi perasaan was-was, gelisah, dan cemas, khawatir dengan hasil yang akan didapatkan. Sejak saat itu, saya semakin realistis dengan target yang dibuat dan memperbaiki niat riset ini.

Sebelum mulai penelitian, dalam pikiran saya hanya bisa menyelesaikan riset ini dengan cepat, bagaimanapun caranya . Sehingga membuat saya kehilangan esensi sebenarnya, menikmati proses. Iya, dengan target saya yang ingin segera selesai, menjadikan saya sering menggerutu ketika apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Ketika preparasi bahan baku memakan waktu lama, yang otomatis membuat saya merubah target, saya uring-uringan, senyuman memudar, tak ada lagi perasaan riang , yang ada hanya beban dan tumpukan pikiran mencari cara bagaimana bisa mempersingkat waktu pengeringan. Mungkin iya ada baiknya, mencari solusi, namun tidak untuk hal-hal buruk sebelumnya :’). Niat awal saja juga sudah salah, riset pengen cepet selesai, udah. Namun semakin kesini, saya semakin berpikir dan banyak merenung , bukankah tiap 5 kali sehari kita ikrarkan ,

Inna solati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, Lillahirabbil ‘alamin.” Solatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya untuk Allah.

Lantas, bukankah riset ini juga salah satu bentuk ibadah ? salah satu bentuk kesyukuran sekaligus pertanggungjawaban akan ilmu yang ada ? kenapa tidak melakukannya dengan lebih baik ? Innamal a’malu binniyat. Setiap amal berdasarkan niatnya. Dengan semua waktu, pikiran, tenaga, materi, dan hati yang sudah tercurah total untuk proyek ini, kenapa tidak membuatnya lebih bernilai di hadapan  Yang Maha Kuasa ? 🙂 . Ya, seperti kata Imam syafi’i, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang, pun dengan ini. Manisnya sarjana juga terasa setelah lelah berjuang 🙂

wassalamualaikum

melodi cinta

Detik demi detik terlewati setelah metronome itu berbunyi , namun aku masih belum memulai permainanku. Aku gugup. Besok sudah harinya, seperempat bagian lagi dari lagu ini belum dapat aku mainkan dengan sempurna. Deru nafas semakin memburu , tanda hatiku sedang gelisah. Namun aku tau, bukan karena aku takut akan hari esok, bukan.

“Ka, kok diem ? ayo dimulai. Ujiannya tinggal besok loh, tapi kamu masih aja macet di bagian ini” , suara Mas Naufal memecah keheningan. Ia mematikan metronome dan segera duduk tepat di sampingku, “sini, Mas contohin lagi”. Aku melirik dirinya, kuamati. Jari-jarinya menari dengan lincah di atas tuts hitam dan putih itu. Perpaduan bunyi not menciptakan alunan melodi yang sungguh indah. Matanya terpejam, ia sangat menikmati permainannya. Kuamati lebih dalam wajahnya, ada getaran halus yang mendesir di hatiku. Deru nafas itu kembali lagi, aku gugup. Suara jantungku abnormal, berbunyi lebih cepat dari biasanya. Entah apakah ini yang dinamakan cinta, aku tak yakin. Namun aku merasa amat nyaman di dekatnya. Bayangnya pun seakan tak pernah mau pergi dari pikiranku.

Ia membuka matanya, “ Nah, seharusnya kamu mainkan seperti itu ka” . Aku baru menyadari ia telah selesai memainkan lagu itu. “ sekarang bagian kamu. Berlatihlah dahulu, Mas mau keluar bentar, ambil minum. Ulang dari awal ya, kamu pasti bisa, Andika”

Selamat Hari Pahlawan !

Assalamualaikum wr wb

21 tahun sudah terlewati, aah rasanya baru kemarin aku berpindah alam. kalo sudah berkaitan dengan hari ulang tahun, aku memegang satu prinsip, “lebih baik geer satu bulan daripada jadi bodoh seharian” , prinsip yang sudah kupegang teguh dari sejak awal masuk kuliah, entah karena rasa pede yang bertumbuh kian dan amat pesat atau apa, entahlah, aku juga kurang paham . Jadi ceritanya, rasa geer terkait ulang tahun ini sudah ada jauh hari sebelum tanggal 10 november, rasa ini sudah terpatri dari akhir oktober yang lalu, namun semakin menjadi ketika merayakan ulang tahun umi di jurusan dan pas kasih something ke umi.

1. Kemarin saat merayakan ulang tahun umi, ketika beliau mencabut lilin-lilin dari kuenya , bunda bilang ke umi gini,”yaya kan nak ulang tahun, jadi nak disimpennyo lilinnyo”, trus ditanggapi oleh umi,”memang yaya kapan” , bla bla .

2. pas kasih something ke umi, umi nanya “rian mana” , kami jawab enggak tahu , lantas umi nanya lagi,” lah trus rian ngapoin kesini?” , dan dengan pintarnya uwu berbahasa isyarat ke umi , yang sebetulnya sangat aku mengerti apa maksudnya, tapi teteep pasang tampang bego gak ngeh :p

3.Kehebohan di grup, baik itu big project team maupun precious team yang membahas 10 november terpampang dengan nyata. Kian hari kian dibahas tanggalkeramat itu,

10 november pun datang , dr jam 00 malam hingga fajar menyingsing , tidak ada satu pun ucapan yang masuk dari berbagai lini . kecewa? Ya ada lah dikit haha . tapi akhirnya pecah telor juga oleh karina mandasari , dilanjutkan oleh rekan yang lain, layaknya biasa copas ucapan dari orang pertama yang mengucapkan -.- Sekitar jam 8, aku sms umi berniat untuk konsul riset. Sejurus kemudian dibalas dan sedikit membuat shock. Pasalnya aku sms bertanya bisa konsul apa enggak, malah dijawab “waalaikumussalam, selamat milad ya , semoga bla bla bla” dan di akhir sms baru dijawab mengenai konsul risetnya . speechless pake banget :’) Tiba di kampus, anak-anak pada heboh,mana ada kak agent one pula yang mengomandoi lagu happy birthday spesial untuk hari pahlawan, thank you soo kak 🙂 Ashar lewat, maghrib lewat, isya pun lewat , tak ada tanda-tanda surprise, oke mungkin besok-besok pikirku saat itu .

Keesokan harinya , hampir full time di rumah pepy, revisi proposal riset untuk lemlit, dari pagi sudah stand by di kosannya, jam 10 pergi ngampus kuliah plant , jam 12 balik langsung ke kosan lagi , kerja rodi dengan laptop tercinta dan tinjauan pustaka yang ada. Ba’da ashar kami pergi ke kampus untuk menyerahkan proposal lemlit agar bisa dicek oleh umi. Ketika perjalanan ke kampus, ada satu kejanggalan, pepy di telpon eko yang bertanya posisi dimana, lantas pesan sponsor, kalo aku mau balik, bareng aja bilangin. Oke i’ve got that sign. Ada apa ini ? hahah. Jam sudah menunjukkan pukul 16 lewat, di jurusan ternyata kami masih harus mengantri untuk bertemu umi. Tipikal yang tidak bisa diam, membuat aku mondar-mandir kesana-kemari, duduk di sofa tunggu di jurusan, tidak lama beranjak dan keluar, duduk di depan jurusan. Saat itu partner calon imatek dateng, mengajak ngobrol biasa, begitu pun mona, mendekat dan langsung sibuk mengajak ngobrol. Sayangnya mereka tidak detail dan sigap, jadi saat itu posisiku duduk menyerong ke kiri, sehingga pemandangan sekret imatek, mustek, dekanat, dan plaza masih masuk dalam pandangan. Tiba-tiba jeen datang dari arah sekret, membawa tutup kotak kue , iya tutup kotak kue ! sesaat jalan, akhirnya dia sadar, ketawa-ketawa sembari memaki dirinya sendiri yang sudah menggagalkan rencana, balik badan dan langsung memanggil pasukan. Dari jauh nyala lilin dari kue berwana coklat-pink dan lagu selamat ulang tahun dinyanyikan. Mereka mendekat dan menyodorkan kuenya. Sifat hemat pangkal kaya tercermin dari kue yang ada 2 nama sekaligus, “yaya okta”. Well, 23 oktober lalu memang hari ulang tahunnya okta, ya jadi sekalian gitu maksudnya. Kami berdua pun meniup lilin yang tidak seberapa itu, sesi pemotretan baru mau dimulai, aku dipanggil pepy untuk konsul dengan umi , oke failed mau motong kuenya duluan .

Hari demi hari terlewati, tak ada tanda-tanda dpmtk akan memberi surprise, berapa kali mengecek message di hp mama, tidak ada satupun sms yang mencurigakan *gak sopan haha . pasalnya aku belajar dari pengalaman, karena beberapa tahun lalu temenku pernah kerjasama sama mama untuk ngerjain, ya jadi aku tak mau jatuh di sumur yang sama untuk kedua kalinya. Meskipun tindakan ini membuat diri ini sedikit miris LAGI.

Selasa malam, tepat di tanggal 18 november, 8 hari berlalu, bada maghrib aku dipanggil yai , katanya ada teman yang datang. deg. Something will b happen. Jarang-jarang ada teman yang sowan maghrib-maghrib, tidak ada angin tidak ada hujan. Akhirnya aku turun dan melihat nenek sudah rapih dengan jilbabnya, waa ada apa ini ? 😮 sebelum membuka pintu, seperti biasa ,aku mengintip dulu dari balik tirai jendela dekat pintu, no one. Pandangan cuma hitam gelap, tak ada siapa pun. Keanehan lain muncul, nenek mendekat dan memaksa untuk buka pintu, krek, aku keluar dan masih tak ada siapa pun. Aku sudah feeling, ada makhluk-makhluk yang bersembunyi, dan benar saja nyala lilin jingga sangat kontras untuk warna malam yang kelam . Bersembunyi di balik mobil, kak riza, kak choi, kak agung , dan muncul kak rian serta kak adit dari arah luar halaman. Oke mission perfect failed! Akhirnya dengan kerendahan dan kemurahan hati , oknum-oknum yang tidak punya kepacakkan itu dipersilahkan masuk , melanjutkan misi mereka yang gagal itu di dalam rumah .

Well, seiring bertambahnya jumlah umur, begitu banyak hal yang aku syukuri sekarang. Mungkin ambisi, impian, dan citaku masih banyak yang belum tercapai. Masih begitu panjang list dreambook yang belum tercoret. Namun yang kadang terlupa, ada jauh lebih banyak kenikmatan yang sudah didapatkan dari sejak tangisan pecah pertama kali di bumi Allah ini hingga sekarang. Begitu banyak hal yang mungkin tidak kupinta, namun Allah kasih, GRATIS.

“Bukan masalah sukses atau gagalnya kejutan. Bukan seberapa banyak hadiah yang kau dapatkan. Bukan pula seberapa lezat kue yang kau makan. Namun seberapa banyak cinta dan kasih yang tersebar dari orang-orang berharga di hidupmu, tepat di hari spesial bagimu.

Mungkin aku bukan tipikal orang ekspresif yang bisa serta merta mengungkapkan kebahagiaan yang ada di hati. Bukan pula seorang ekstrovert yang bisa menampakkan segala apa yang di rasa. 2 kejutan yang ada hanya aku tanggapi dengan wajah datar dan tawa renyah , seolah mengejek kegagalan yang telah ditorehkan. Maaf dan terima kasih . Maaf karena aku tidak bisa mengekspresikan kebahagiaan yang kurasakan saat itu . Mungkin lewat tulisan yang tidak seberapa ini, kalian bisa tau. Sungguh bersyukur Allah telah mempertemukan aku dengan kalian. Dan sungguh , dari hal yang kalian lakukan, aku malu dan haru , merasa menjadi orang yang sangat spesial di hidup kalian , hingga sebegininya kalian lakukan untuk hari spesialku.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Qs. Ar-Rahmaan(55):13

Sekali lagi terima kasih , maaf jika belum bisa membalas apa pun , semoga Allah yang membalas semua kebaikan dan perhatian kalian. Terima kasih atas jalinan persaudaraan yang sudah terikat hingga sekarang 🙂

Random Question

Assalamualaikum wr wb

Baru ketemu random questiondari blog tetangga . something weird , aku tipikal orang yang “jutek” abis kalo ditanya hahah :p just enjoy it 🙂

Where were you 3 hours ago? Di kamar, ngelaptop sambil nostalgia

Who are you in love with? No comment wkwk

Have you ever eaten a crayon? ha ?

Is there anything pink within 10 feet of you? Nothing . meskipun fav sm pink tp aku jg heran kenapa g ada hhaha

When is the last time you went to the mall? kemaren lusa kalo ga salah

Are you wearing socks right now? No

What is the last thing you ate today? Chocolate Ice cream ! 😀

What are you doing now? typing this

Have you been to the movies in the last 5 days? Nope kalo watch movie iya

Are you hot? What kinda question is this ? -.-

What was the last thing you had to drink? Air bening

What are you wearing right now? Baju rumahan warna krem yang ada gambar bearnyaa

What are you doing at the weekend? Weekend yang mana ? beda weekend beda yang dikerjain :p

How many piercings do you have? two. On my ears.

Where were you last week at this time?  lupa.

Have you bought any clothing items in the last week? yeahh

When is the last time you ran? Dont ask about it, jaman dahulu kala kayaknya hha

What’s the last sporting event you watched? Tennis 😉

What is your favorite animal? Hamster . Gegara kartun hamtaro 😀

Your dream vacation? Travel around the world aamiin

Last person’s house you were in? Novi’s . habis kondangan tempat oja kemaren

Worst injury you’ve ever had? Luka kena knalpot motor

Have you been in love? hahahha

Do you miss anyone right now? Yes.

Last play you saw? Hah ?

What is your secret weapon to lure in the opposite sex? Mata mungkin ? *tundukkan pandangan yakk

What are your plans for tonight? Practice for my perform 🙂

Who is the last person you sent a MySpace message or comment? I dont have Myspace

Next trip you are going to take? A tour to Netherland , *wish

Ever go to camp? Nay

Were you an honor roll student in school? Er ? im a collegian B)

What do you want to know about the future? Nothing . Let it be a secret

Are you wearing any perfume or cologne? Nope

Are you due sometime this year for a doctor’s visit? Maybe no

What is your fav food? Basooo ofc !

Fav Book? Many.

Do you have a tan?

What are you listening to right now? songs

Do you collect anything? Yeah, books, orr “arsip kuliah” is that count ?

Who is the biggest gossiper you know? wkwk

Fav Band? Engga adaa

Have you ever drank your soda from a straw? Yaap, duluuu duluu duluu banget, sekarang mana minum lagi

What does your last text message say? Kepo -.-

Do you like hot sauce? Exactly !

Last time you took a shower? Tadi pagi menjelang siang hha

Do you need to do laundry? kagak

What is your heritage? Wong kito galo

Do you have any pets? No no

Are you rich? Dari segi mana ni ?

What were you doing at 12AM last night? ngebo

kacau ih pertanyaannya hahha

 

 

Happy Wedding Bang Kiki dan Yuk Titi !

Tags

,

Assalamualaikum wr wb

Hari Minggu kemarin aku diundang salah satu sahabatku, Oja,  untuk menghadiri resepsi pernikahan abangnya, Bang Kiki. Aaaah waktu cepat sekali bergulir. Baru kemarin rasanya pasukan Bulls merusuh kediaman orangtuanya Oja, bertemu dengan Bang Kiki dan Bang Daniel, pun dengan Yuk Titi (yang saat itu merupakan pacarnya Bang Kiki) jika kebetulan beliau sedang bertandang kerumah. Baru kemarin rasanya Bulls mengadakan bukber di tempat Oja dan persiapan buka dibantu oleh Yuk Titi, karena Orangtua Oja berada di Gelumbang. Baru kemarin rasanya Pebi, Oja, dan Aku mengerjakan makalah KWN bersama di rumah Oja, yang mana waktunya kami manfaatkan juga untuk “ngaskus”, berangan dan membuat impian bersama ketika melihat tempat-tempat indah ciptaan-Nya, bahwa nanti,bertiga dengan pasangan masing-masing, menikmati debur ombak, pasir pantai, desir angin, menikmati malam bersama dengan pasangan yang sudah halal.. Masih kusimpan obrolan kami hari itu, 2 November 2010. Setelah berkhayal ria, kami keluar mencari tempat untuk memprint makalah, dan satu tempat yang terpikirkan oleh Oja, tempat print milik Yuk Titi, “Calon Kakak Ipar” .. aah, tak terasa sudah hampir empat tahun itu semua berlalu. Status “Calon Kakak Ipar” yang disandang sudah resmi berganti menjadi “Kakak Ipar”. Tak terasa pula sudah hampir tiga tahun aku menanggalkan seragam putih-abu ku, berpisah dengan sahabat-sahabatku, melanjutkan fase kehidupan masing-masing. Semua menyebar. Palembang, Jakarta, Lampung, Bandung, Jogja,Bogor, Malang.. Sulit untuk bertemu. Jangankan yang berbeda kota, yang satu kota pun, dan bahkan satu universitas saja, jarang sekali bisa bertemu. Aku pun. Sudah lama sekali aku tak bersua dengan yang lain. Alhamdulillah sekarang Allah beri jalan. Pernikahan itu membawa rizki kan ? dan ternyata rizki itu bukan hanya untuk dua sejoli yang menikah, yang lain pun mendapatkan rizkinya. Dengan adanya pernikahan Bang Kiki ini, kami menjadi saling berkomunikasi, hal sederhana yang sudah lama tak kami lakukan :’) Kami sampai membuat grup khusus di Whatsapp yang tujuannya untuk membahas “persiapan” memenuhi undangan Oja dan keluarga. Setelah panjang lebar berdiskusi, didapatkan salah satu kesepakatan, yaitu hari H kami berkumpul di rumah Novi, yang letaknya tidak begitu jauh dari gedung resepsinya.

Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Sejak pagi, aku sudah disibukkan dengan personal message di WA dari Mutek, membicarakan perihal kepastian berkumpul di rumah Novi, sekaligus beliau bertanya kepadaku pukul berapa aku akan berangkat. Setelah pembicaraan kurasa selesai, kutinggalkan hp yang sedang terhubung dengan charger tersebut, untuk segera membuat sarapan dan bersiap. Jadwal “kondangan” tak dapat menghalangi hobi baruku, memasak! Sejak beberapa waktu yang lalu, aku “ngidam” sup krim jagung. Alhamdulillah akhirnya bisa merasakan juga, meskipun rasanya sedikit error karena saat memasak, aku mengaduknya tidak begitu rata. Tapi tak masalah, namanya juga belajar 🙂 Setelah itu, jadwalku yang seharusnya bersiap agak sedikit terhambat dengan tayangnya acara Dahsyat di layar kaca. Bukaan. Bukan acaranya yang berhasil membuatku memaku di depan TV, namun bintang tamunya yang tak lain tak bukan adalah JKT 48 ! *yak?! Iya, JKT. Dengan segala kerendahan hati kuakui bahwa akhir-akhir ini aku tertarik dengan girlband yang jumlahnya menandingi orang tawuran. Sister Group AKB 48 yang memiliki lagu yang jelas sama, pun dengan coreonya, serta pakaiannya (yang katanya) sudah disesuaikan dengan budaya Indonesia (dan aku kontra untuk yang satu ini). Aku hanya tertarik dengan lagu-lagunya yang riang dan penuh semangat. *ini kenapa hilang fokus?? –“ Namun dengan penuh kesadaran aku beranjak dari dudukku, aku sangat paham mana prioritas mana bukan. Aku segera bersiap, mengenakan dress magenta muda yang kupadankan dengan hip-length blazer hitam. Untuk kerudungnya, kupilih pashmina berwarna magenta yang lebih tua dengan corak garis hitam. Kukenakan serapih mungkin, kupastikan kain tersebut sempurna menutupi dada, begitu juga dengan bagian belakangnya. Sentuhan terakhir, kurapihkan ujung    1389513615609pashmina yang menjutai, kurekatkan ke blazerku dengan menggunakan bros. Oke sip, selesai. Segera aku berpamitan dengan orang tuaku dan menuju ke rumah Novi. Sesampainya disana, sudah ada Mutek dan Desy yang sudah cantik dengan dress biru dan hijaunya masing-masing, sedang Novi tampil manis dengan dress hitam-putihnya. Tak perlu waktu lama, sejurus kemudian Winda dan Pebi tiba, menjemput kami yang telah siap untuk pergi. Kedua gadis ini menggunakan dress hitam yang dipadukan dengan semi blazer turqoise dan dress putih tulang dengan waist-length blazer hitam. Dengan menggunakan kendaraan roda empat milik Winda, kami melakukan penjemputan termin dua, kami menjemput Pdl yang sudah siap dengan atasan berwarna salem dan kain yang serasi warnanya. Setelah itu kami segera meluncur ke TKP. Di dalam mobil, tawaku tak berhenti, guyonan-guyonan layaknya SMA menghiasi perjalanan. Aaah, teman-temanku tak berubah, mereka masih sama seperti dahulu 🙂

Sesampainya disana, kami bertemu dengan Oja. Ia cantik sekali. Perempuan berdarah aceh ini dibalut dengan dress satin berwarna kuning emas dengan tambahan brokat merah di bagian atasnya. Sebagai tamu yang “istimewa” kami dicarikan tempat duduk olehnya. Kami adalah tamu yang terlalu sopan, hingga masalah tempat duduk saja tuan rumah yang harus turun tangan :’)

1389513611505

Walaupun acara yang kami hadiri ini adalah resepsi, bukan akad, atmosfer kesakralannya masih kental terasa. Terlebih ketika pembacaan doa dan kata-kata Mitsaqon Ghaliza diucapkan. Allah,, merinding tubuhku mendengarnya. Mitsaqon Ghaliza, perjanjian yang kukuh, hanya tiga kali disebutkan dalam Al-Quran, antara lain

1. Dalam Surah Al-Ahzab ayat 7 mengenai Perjanjian Nabi Nuh, Musa, Ibrahim, dan Isa as dengan Allah swt

2. Allah swt mengangkat  Bukit Thur ke atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah pada Allah swt yang dikisahkan dalam Surah An-Nisa ayat 154

3. Dalam An-Nisa ayat 21 tentang hubungan pernikahan

Bergetar rasanya diri ini. Kutarik nafas panjang, kuhembuskan perlahan. Mencoba menstabilkan diri. Tiap bait doa penuh dengan makna, kuamini dalam. Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair. Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah Bang, Yuk.. dan juga semoga segera diberikan anak yang soleh dan solehah dari-Nya Aamiin . Dan untuk Oja, selamat menambah kakak ya Ja ! 🙂

1389513605103

Wassalamualaikum wr.wb.

 

It’s about passion, book, and other

Assalamualaikum wr wb

Weekend !! sebenarnya kalo memang musim libur, weekend ataupun engga sama ya sama aja –“ Tapi kalo punya kegiatan rutin di tiap weekend akan jadi beda sama musim libur biasa *ini kamu ngomong apa sih yak -.- Well, aku hadir dengan gaya tulisan yang beda dengan sebelumnya . It’s my real own style . Aku juga gak tau kenapa di 2 postingan terakhir totally different , sampe diketawain sama kakak tingkatku . But I think it’s because a lot of happiness from our refreshing ! yeahh . Setidaknya aku akan membiasakan diri membuat satu atau dua postingan per bulannya dengan style kayak gitu ya, hitung-hitung latihan buat novel. Hha aamiin .

Weekend yang biasa , namun menjadi luar biasa ketika mendapat sms dari sebuah kepanitiaan. Isinya mengabarkan bahwa Technical Meeting diundur dari 13 Januari menjadi 20 Januari . blezz.Itu tanggal aku udah masuk kuliah om ! –“ Yaah walaupun hikmahnya it give me moree moree time to practice well, but let say jika dan hanya jika acaranya bentrok sama jadwal kuliah, aku mau bilang apa ? Dari TM nya pun udah begitu :’) FYI , aku lagi coba keluar dari comfort zone, lagi coba menaklukkan ketakutan . Just it , Dont ask anymore . Intinya aku udah daftar lomba yang jauh beda dari lomba-lomba yang biasa aku ikuti, yang gunain otak kiri bangeeet, kayak cepat tepat, cerdas cermat, karya tulis, dan bla bla lainnya. Kali ini dituntut keberanian, kepercayaan diri, kemampuan berbicara, berekspresi, dan teman-temannya . doain aja bisa menampilkan yang terbaik aamiin 🙂

Like a category, Random thing . Disini emang waktunya ngerandom , cerita apa pun yang dimau tanpa harus terbatasi dengan tema yang ada . Alone. Freedom. Tau deh, dua kata ini nyangkut aja di kepala . Aku baru baca artikel tentang kelebihan jika travelling sendiri , disini nih  .  Bagiku yang memang menyukai kesendirian *eh travelling alone atau bentuk sederhananya ngemall sendirian memang punya nilai lebih dibanding mesti pergi bareng temen kayak orang tawuran #nooffense . Tapi jangan salah , aku juga sering pake banget jalan-jalan bareng temen kuliah yang jumlahnya segambreng . Tapi rasanya memang beda. kalo sendiri, kita bisa sesuka hati mau kemanapun dan selama apapun yang kita suka tanpa harus gak keenakkan sama yang lain karena nunggu. Kita bisa mengunjungi tempat-tempat yang sesuai sama passion kita , kayak aku yang bisa menghabiskan berjam-jam di toko buku untuk sekedar ngecek buku-buku baru, ngeliat novel yang covernya lucu-lucu , mencari buku menarik yang bungkusnya udah kebuka ,numpang baca sampe puas, lantas melenggang keluar toko buku tanpa membawa apa pun . yeah ! Hal itu yang sering aku lakukan kalo udah ke toko buku tanpa membawa niatan untuk membeli . Ada kenikmatan tersendiri ketika bisa berada diantara tumpukan buku-buku yang menyajikan berbagai pengetuahuan dan wawasan . Oh yaa , ada novel yang ceritanya berhubungan banget sama coklat! Pengen beli , tapi belum ada duit untuk itu . Yaah , lain kali mungkin 🙂

2014-01-10 12.18.06

Kemarin aku habiskan waktu hanya untuk melihat-lihat kalo ada buku yang bagus , biasanya sih aku searching buku atau novel diliat dari penulisnya dulu atau biasa dari covernya . Nah kebetulan kemaren aku ketemu novel-novel yang covernya lucu , semacam teenlit gitu .

2014-01-10 13.15.41

ini yang paten :')

ini yang paten :’)

Selesai memuaskan diri, saatnya untuk belanjaaa ! gak belanja juga sih , lebih tepatnya mama pesen sesuatu untuk dibeli di market.

Kebanyakkan pudiing :p

Kebanyakkan pudiing :p

Cuma satu barang, iyaa ! Tapi taunya beranak pas aku keliling-keliling ke bagian bahan-bahan makanan. X) Liburan ini aku punya hobi baru , memasaak! Begitu juga dengan rangers TKB lainnya. Pembicaraan di grup whatsapp yang biasanya hanya seputaran dunia kuliah , sekarang berganti topik menjadi dunia rumah tangga. Beberapa hari kemarin , obrolan berkutat dengan tema memasak. Ada yang sharing menu masakannya apa , terus ditimpali oleh yang lain, and so on and so on. Bahagia rasanya , kita-kita bisa melakukan apa yang sulit kita lakukan kalo lagi sibuk-sibuknya kuliah. Aaaah , semoga hobi baru ini bisa bertahan sampai nanti , selamanya aamiin 🙂

 

Wassalamualaikum wr wb

Sepenggal Kisah dari Pagar Alam [Part II]

Tags

,

Assalamualaikum wr wb

24 Desember 2013

Fajar mulai menyingsing. Pukul 04.30 kami memasuki daerah Pagar Alam. Hawa sejuk mulai menyeruak, menusuk tulang. Jaket yang dari tadi malam hanya di pangkuan lekas kukenakan dengan benar. Mata masih 10 watt, efek lelah dan mengantuk, ditambah radang mata yang sejak Hari Jumat sudah menyerang. Buka mata, tutup, buka, tutup. Gelisah. Pasalnya aku menunggu track menanjak yang melingkari jurang. Aaaah tapi sepertinya miss. Akhirnya aku memutuskan untuk melihat pemandangan, menatap jauh ke luar jendela. Berkali tikungan tajam kami lewati, hanya pengemudi ulung yang dapat mengatasinya. Kalo aku yang mengendarai, entah gimana jadinya –“. Keadaan sunyi, gelap. Hanya ada lampu jalan dan cahaya dari bus kami yang menerangi jalan. Pandanganku sekarang beralih, fokus ke depan karena jalanan hanya dikelilingi oleh pohon-pohon dan rerimbunan tanaman. Tiba-tiba Kak Rian yang berada di kursi paling depan menunjuk ke arah jendela kanan. Segera aku menoleh. Ya Allah, Subhanallah .. Pemandangan kota dengan gemerlap lampu jalan kala fajar menjadi paduan yang sangat menawan. Masih terekam dengan jelas keindahan pemandangan tersebut. Sayang, aku tak sempat mengabadikan karena terhipnotis dengannya. Tak terasa bus berhenti, tanda kami sudah sampai di tujuan. Hasrat ingin ke kamar mandi sudah ada semenjak tadi. Buru-buru keluar dari bus dengan harapan dapat segera ke kamar mandi, beristirahat di villa , solat, dan mencharge HP. Perjalanan yang panjang ini sudah memakan daya baterai ponselku dengan dahsyat. Namun nihil. Kak Sandy, kakak tingkat di teknik sekaligus guide kami selama disini, belum tiba sedang kunci villa kami entah ada dimana. Setelah menurunkan barang dan diabsen, kami berjalan ke arah bawah, mencari kamar mandi serta solat. Sampailah kami di tanah lapang.

IMG_4744

IMG_4734

Dingiiin >,<

Dingiiin >,<

Disana, kami meletakkan barang bawaan kemudian bergegas mengambil wudhu dan solat di mushola yang terletak di bagian bawah lagi. Kembali kami harus berjalan menurun. Lelah? sangaat. Namun semua tak begitu terasa ketika melihat pemandangan sekitar 🙂

20131224_055948

Selesai solat, kami kembali ke lokasi dimana meletakkan barang-barang. Tetiba Kak Rian menelpon, mengabarkan bahwa villa sudah siap. Semangat itu kembali tumbuh dengan cepaat , hosh saatnya istirahat !

Villa yang kami sewa berbentuk seperti rumah panggung. Satu rumah, satu kamar. Setiap dua villa saling berdampingan. Kami menyewa empat villa dengan nomor VIA, VIB, VIIA, dan VIIB. Keempat villa ini terbagi dua, dipisahkan oleh jalan semen setapak. Villaku, berisi 8 orang perempuan bersebelahan dengan miliknya Kak Rian dkk.  Sedang dua villa lainnya terpisah dari kami, dihuni oleh Kak Zaidan dkk dan Aam dkk. Masing-masing villa memiliki satu kamar mandi, double bed, satu meja rias, satu rak rotan, serta balkon yang dilengkapi dengan satu jemuran dan dua kursi santai. Sumber air berasal dari tedmond yang membagi saluran pipa air keempat vila tersebut. Hal ini menyebabkan kami tak dapat menghidupkan kran air, mengisi bak penampungan dengan serentak. Harus bergantian. Selain itu, villa yang terbuat dari papan kayu ini membuat kamar tidak kedap suara. Kami bisa saling mendengarkan suara dari masing-masing kamar. Dan hal ini sangat mengganggu, dikarenakan kamar sebelah kami diisi oleh Kaum Adam yang satu species, rame dan berisik. Yaah, mungkin ini salah satu ujian kesabaran :’’

kamar Kak Rian dkk yang berdampingan dengan kamar kami

kamar Kak Rian dkk yang berdampingan dengan kamar kami

Sesampainya di villa, kami membereskan barang-barang, membersihkan kamar, membuka dan menikmati perbekalan, hingga saling suruh untuk mandi. Posisi villa yang berada di daerah gunung membuat airnya menjadi lebih dingin. Rasanya seperti es batu yang dicairkan -__- . Aku yang notabene tipikal ‘setrikaan’, tak bisa diam, kerjanya keluar masuk kamar demi melihat keadaan sekeliling. Kulihat Yoga, Masqi, Cahyo, serta Aam sudah berada di kebun teh. Kamera DSLR sudah berada di genggaman Masqi dengan amannya. Naluri kenarsisan pun muncul begitu saja. Aku langsung masuk kamar dan mengajak yang lain untuk ikut keluar, jalan-jalan. Namun tak semuanya mau ikut serta, hanya Uwu dan Nessa yang mengikutiku keluar. Kami bertujuh akhirnya bertualang menyusuri kebun teh, mencari posisi dan objek bagus untuk berfoto, menikmati udara segar yang jarang bisa kami dapatkan di Palembang.

DSCN2541 IMG_4810 - Copy IMG_4813

Subhanallah, ciptaan Allah sungguh indah. Terhampar luas kebun teh, warna hijau yang menyejukkan mata, awan dan langit biru yang memayungi indah, ditambah lagi gunung dempo yang berdiri gagah. Sempurna .. Suasana seperti ini sudah lama aku rindukan. Alhamdulillah diberikan Allah kesempatan 😀

IMG_4774 IMG_4784 IMG_4821

Jam 09.00 kami berkumpul di depan villa, sudah rapih dengan pakaian training, siap untuk menjelajahi daerah puncak dari Pagar Alam. Kami akan menuju puncak rimau, tempat titik awal pendakian Gunung Dempo. Dengan menyewa tiga buah angkot, kami berangkat kesana. Selama di perjalanan, mata kami dimanjakan dengan eloknya perkebunan teh di kanan kiri jalan. Belum lagi panorama kota Pagar Alam yang terlihat dari kejauhan menambah nyaman perjalanan. Memakan waktu sekitar setengah jam hingga akhirnya kami tiba di Puncak Rimau dengan sehat dan selamat. Pasukan berhamburan keluar, layaknya bocah-bocah playgroup yang menemui wahana hiburan. Kabut putih menyelimuti Puncak Rimau. Hawa dingin semakin terasa, namun hal ini tak menghalangi semangat kami untuk mendokumentasikan diri masing-masing. Semua sibuk berlarian kesana-kemari, mendekati siapa pun yang membawa kamera, memasang gaya, dan klik !

IMG_4923

IMG_4930

1521556_10201384813045110_2136061567_n

IMG_4933

Puncak Rimau bukan dataran hijau yang rata, memiliki sudut alias miring. Jadi, jika kita berjalan disini seperti sedang take iklan Mi*one 😀 . Dari puncak ini kita dapat leluasa melihat penjuru kota. Hamparan kebun teh, rumah warga, jalan yang berliku, Subhanallah ..

Dari Puncak Rimau

Dari Puncak Rimau

Di tengah kehebohan berfoto ria, Kak Riza, PJ games refreshing memanggil kami, memberikan aba-aba untuk berkumpul. Game akan dimulaaai ! Kami diminta untuk berbaris, diurut berdasarkan dua abjad dari belakang, berhitung 1-4.  Dari cara seperti itu, dikelompokkanlah orang-orang dengan angka yang sama menjadi satu kelompok.

Kak Riza sedang memandu pembagian kelompok

Kak Riza sedang memandu pembagian kelompok

Masing-masing kelompok membuat yell yang nantinya harus ditampilkan. Setelah beberapa saat berdiskusi dan mengarang bebas dengan kreatif, it’s show time !! Urutan maju ditentukan dengan gambreng. Alhasil, kelompok Kak Riza yang pertama. Mereka membawakan tarian maga-maga khas FIM 14 . Curaang -__- Setelah itu adalah kelompok kami yang digawangi oleh para bujang macho dan gadis cindo, yaitu tio, aam, yoga,karin, kak zaidan, kak kur, kak ando, dan aku sendiri. Kami menyanyikan lagu kedinginan yang dibawakan dengan irama chaiya-chaiya. “Kami dari tadi kedinginan, kami dari tadi kedinginan” begitu seterusnya hingga habis lagu sambil memeragakan sikap orang yang kedinginan 😀 Penampilan selanjutnya dari kelompok 4, Kak Rian dkk. Setali tiga uang dengan kelompok pertama, copy cat ! :p mereka menggunakan yell-yell saat LDO BKKMTKI, yang liriknya seperti ini, “Kami Bingung, idak tau, kami bingung, bla bla bla …” Kacau parah . Masalahnya disana ada ex Bupma, ex Sekum, ex Wakabiro Kestari, ex Pejabat imatek semua hahah . Lalu kelompok terakhir, giliran kelompok Kak Agung PN. Ini kalo boleh dibilang, yell yang paling tidak jelas *peace love n gaul kak. Mereka berbaris, hadap kanan, hadap kiri, hadap belakang, kembali ke depan dengan masing-masing gerakan mengatakan “pret” dan diakhiri dengan mengangkat tangan sambil berteriak 3 ! krik-krik –“ *ini kakak-kakak siapa sih yaak -.-  Setelah tiap kelompok mempersembahkan yell terbaiknya, game pun dimulaai ! Game ini berjudul “Panjang”. Salah satu game yang sering dimainkan jika ada LDOK, Leadership training, atau sejenisnya. Begini cara bermainnya.

Masing-masing tim harus menyambung barang, benda, atau apa pun yang dimiliki hingga memanjang jauh membentuk garis lurus. Tim yang paling panjang sambungannya dengan catatan tak ada celah antar sambungan, dialah pemenangnya.  

Dengan keadaan tim dan barang yang seadanya, sebenarnya sudah hopeless. Ditambah lagi kelompok lain seperti Kak Ejak membawa tas yang isinya baju ganti serta barang-barang yang sangat-sangat bisa digunakan untuk game ini :’ Game pun dimulai. Satu per satu orang melepaskan jaket, meletakkan tas, Kak Zaidan dan Kak Kur pelan namun pasti mengeluarkan barang-barang dari dalam tasnya. 1 charger, 2 charger, tali tas dilepaskan, celana panjang dilepaskan, kamera diletakkan, hp, minyak kayu putih, dettol, semua disambung agar dapat menjadi yang paling panjang. Tidak tanggung, orang-orangnya pun ikut dalam barisan, meregangkan badan sejauh yang bisa dilakukan. Aku kebagian di posisi paling belakang dari timku, namun sebelumnya aku mengecek satu per satu sambungan, memastikan bahwa semua sudah benar. Setelah semua oke, aku segera merapat ke barisan, menambah panjang sambungan yang ada. Posisi sementara kelompok 4 terdepan. Mereka mentok, mencapai tanah di belakang. Urutan kedua, ketiga, dan keempat tak jauh beda. Penjurian pun dilaksanakan, satu per satu kelompok dinilai, sambungan pun diperhatikan. Namun ternyata, kelompok 4 yang sudah sepanjang mungkin harus lapang dada menerima kenyataan bahwa mereka gugur dikarenakan ada cacat di sambungannya. Begitu juga dengan kelompok yang lain. Hingga akhirnya kelompokku lah yang keluar menjadi juara. Yeah !

Wisata di Puncak Rimau ditutup dengan foto bersama di depan tulisan Rimau. First destination done!

inilah kita ! :)

inilah kita ! 🙂

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke air terjun 7 kenangan. Kalau tadi jalannya menanjak, saatnya mobil berjalan dengan mulus berjalan turun. Air terjun 7 kenangan ini katanya termasuk salah satu air terjun yang patut diacungi jempol di Pagar Alam. Jalan untuk mencapai kesana adalah jalan tanah setapak menanjak, level medium bagi orang-orang kota yang jarang menyatu dengan alam, namun akan naik level menjadi hard jika basah karena diguyur hujan. Alhamdulillah saat kami kesana cuaca terang benderang sehingga tanah mudah dijejak.

Sebelum start tracking, kami berdoa terlebih dahulu. Kami dipesankan oleh Kak Sandy untuk menjaga mulut dan sikap. Yah, ini alam dan bukan daerah kami. Posisi menjelajah diatur, lelaki yang memulai, lelaki pula yang mengakhiri. Kami para perempuan ditempatkan di barisan tengah agar aman. Penjelahan pun dimulai . Dari awal jalanan sudah menanjak dengan tanaman kopi dan pohon-pohon di kanan kirinya. Jalannya tidak begitu besar, hanya bisa dilewati oleh dua orang saja. Namun sayangnya setengah jalan tersebut agak rusak. Terdapat bekas roda motor, sepertinya bekas orang off road sehingga kami hanya dapat menggunakan setengah jalannya saja. Setelah berhasil melewati jalan tanah, saatnya menjelajah batuan cadas yang berdiri kokoh di sungai. Lumut pada batu karena terendam air membuat beberapa bagiannya menjadi licin dan kami harus berhati-hati dalam menjejak. Jika tidak awas dan salah pijak, ya sudah tergelincirlah kita. Namun jika ingin aman, lebih baik menjejak langsung di air, toh airnya juga dangkal hanya sekitar 8-10 cm diatas mata kaki.

Jalan menuju air terjun

Jalan menuju air terjun

Petualangan akhirnya berakhir, kami tiba dengan selamat dan semangat di salah satu ciptaan Allah yang indah, ya alam sesungguhnya .. Deru air yang mengalir dengan deras membuat daya tarik tersendiri bagiku yang sangat menyukai berenang dan main air. Beberapa pasukan yang tiba duluan malah sudah berada di atas, dekat sekali dengan air terjunnya. Naluri kealamanku muncul, langsung saja melepas sandal,kaos kaki, serta jaket untuk segera menyusul ke atas. Tapi, wait ! Jalannya darimana ? -__- aku melihat sekeliling, yang ada hanya air, batuan megalith, serta tanaman kopi, dan pepohonan. Hanya satu jalan, berenang melalui kolam yang ada di depan mata, kupikir tadinya. Namun tiba-tiba temanku, Laras dan Mona menarik tanganku ke arah pepohonan. Aaah ada jalan ternyata 😀 Langsung saja kami memanjat ke atas, melewati jalan tanah (lagi) dengan tanaman yang lebat di sekelilingnya. Setelah itu, kami harus menapaki dan memanjat edisi kedua, memanjat batu besar yang mengelilingi kolam untuk segera merasakan kesejukan air terjun yang (katanya) berasal langsung dari Puncak Dempo. Perjuangan pun terbayar lunas saat berhasil menikmati percikan embun dari air terjun yang tepat berada di belakang kami 🙂

DSCN2672

DSCN2671

DSCN2662

Air terjun 7 Kenangan ini memiliki 2 hal yang sangat menarik bagiku. Pertama, alamnya yang masih asli, bisa dilihat dari tracknya yang ‘anak alam’ banget, yaitu jalan tanah menanjak dengan alat bantu hanya ranting-ranting pohon yang ada di tiap sisinya. Kedua, di air terjun ini ada kolam dan perosotan yang terbentuk alami diantara bebatuan. Jadi, bagi wisatawan yang mengunjungi cughup (bahasa jeme pagar alam untuk menyebut air terjun) ini, bisa berenang dan meluncur sesuka hati tanpa perlu mengantri (itu pun jika tidak sedang ramai). Karena terbuat dari batu, rasa meluncurnya beda jika kalian meluncur di wahana permainan air perkotaan, sebut saja aman*i di palembang serta water*oom di mamakota. Natural, benar-benar natural 🙂

DSCN2678

Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 3 kurang. Sudah hampir 2 jam kami disini. Saatnya pulang ke villa dan beristirahat. Rasa bahagia bermain air ini membuat kami (para perempuan) melupakan dan “masa bodoh” dengan pakaian ganti. FYI, kami pergi hari pertama tidak membawa pakaian ganti sehelai pun. Meninggalkan villa hanya dengan membawa handphone, dompet, dan mukena yang digabungkan dalam satu tas. Karena dalam rundown, jadwal basah-basahan hanya ada di hari kedua yang berarti besok. Namun, karena alam yang begitu indah dari Maha Pencipta, Allah swt, kami tak kuasa menahan diri  untuk tidak bermain air dengan totalitas. Tidak afdhol rasanya ke air terjun ini lantas hanya bermain di bawah dan mencelupkan kaki saja #nooffense 🙂 Alhasil kami harus pulang ke villa dalam kondisi pakaian basah dan menahan dingin yang menyerang.

Wisata hari ini pun berakhir dengan pulangnya kami ke villa. Can’t wait for another amazing moments we’ll do together 🙂